Variasi Lingkungan Perairan dan Respons Komunitas Lamun di Pulau Pahawang

Penulis

  • Tridyah Lestari Universita Sriwijaya
  • Riris Aryawati Universita Sriwijaya
  • Putri Universita Sriwijaya
  • Melki Universita Sriwijaya
  • Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Universita Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.33477/bs.v15i1.12453

Abstrak

Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir, namun keberadaannya di Pulau Pahawang menunjukkan kecenderungan menurun akibat tekanan aktivitas manusia dan perubahan kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur komunitas lamun serta menganalisis keterkaitannya dengan parameter lingkungan pada empat stasiun yang memiliki karakteristik berbeda. Pengumpulan data lamun dilakukan menggunakan metode transek-kuadran untuk mengukur tutupan, kerapatan, dan komposisi jenis, sedangkan pengamatan parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), arus, dan kecerahan perairan. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan tiga jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halodule uninervis dengan variasi tutupan dan kerapatan antarlokasi; kondisi terbaik ditemukan pada stasiun alami dan terendah pada area dermaga. Nilai keanekaragaman tergolong rendah, sementara keseragaman dan dominansi bervariasi sesuai tingkat aktivitas manusia di sekitar perairan. Analisis PCA mengindikasikan bahwa salinitas, arus, kecerahan, DO, pH, dan suhu berkontribusi secara berbeda pada tiap stasiun dan secara bersama-sama memengaruhi variasi komunitas lamun. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan kualitas lingkungan dan intensitas gangguan antropogenik menjadi faktor utama yang menentukan kondisi padang lamun di Pulau Pahawang

Diterbitkan

2026-01-23